Menpar Tantang Emirates Terbang ke Lombok

Menteri Pariwisata Arief Yahya saat bertemu Senior Vice President Aeropolitical & Industry Affairs, Salem Obaidalla di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Rabu (8/6/2016), ngotot menanyakan kapan Emirates terbang langsung ke Lombok, Nusa Tenggara Barat?

Salem didampingi Country Manager Emirates Indonesia, Satish Sethi, yang sudah meninjau Bandara Internasional Lombok dan beberapa lokasi strategis di “Kota 1.000 Masjid” itu.

Keduanya menjelaskan, Emirates sangat tertarik untuk terbang ke Lombok yang sudah ditetapkan sebagai satu dari “10 Bali Baru” atau 10 tujuan wisata utama itu.

“Lombok cantik, pulau yang indah, alam yang istimewa, pantai berpasir putih dan lautnya jernih. Mandalika kawasan yang luar biasa,” kata Salem dalam siaran pers Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kemenpar kepada KompasTravel, Jumat (10/6/2016).

Lantas Menpar kembali menanyakan kepada Salem, kapan Emirates memulai penerbangan langsung Dubai-Lombok.

“Kami akan mempromosikan destinasi Lombok dulu melalui channel publikasi kami, inflight magazine, website, majalah Emirates ke seluruh dunia agar publik tahu lebih dalam keindahan Lombok. Sambil memperkuat awareness Lombok, kami akan promosikan di setiap event Emirates. Kami ingin sustainable, terbang berkelanjutan, tidak sporadis, bukan karena season saja,” jawab Salem.

Menpar Arief Yahya pun kembali bertanya mengenai target direct flight ke Lombok, berapa lama tenggang waktu promosi, serta apakah berani terbang langsung ke destinasi wisata sebelah timur Bali itu.

Salem dan Satish pun berusaha menjelaskan bahwa pihaknya sudah bertemu Gubernur NTB KH Zainul Majdi di Mataram, Lombok. Dalam pertemuan tersebut, pihak Emirates menyatakan ketertarikan untuk terbang ke Lombok.

“Betul, kami sekarang terbang setiap hari Dubai-Jakarta dan Dubai-Bali, rata-rata load factor-nya di atas 90 persen. Bahkan dalam 3 bulan ke depan destinasi Bali 100 persen booked,” jelasnya.

Menpar menyambut positif paparan tersebut karena akan lebih banyak wisman Timur Tengah memilih berwisata ke Indonesia. Namun, pertanyaan Menpar masih sama. “Kalian masih meragukan pasar Lombok ya? Kalian masih belum mau terbang langsung ke Lombok?” tanya Menpar lagi.

Satish mencoba menjelaskan kembali, bahwa Emirates sangat tertarik terbang ke Lombok. Pihaknya juga harus mengurus Aviation Agreement dan izin terbang dulu. Pihaknya juga harus mempersiapkan promosi ke Lombok dulu, karena ini adalah pasar baru.

“Kami akan bantu kalau soal izin terbang. Dengan cepat. Saya inginnya Emirates terbang sekarang, saya butuhnya sekarang, bukan kapan-kapan atau 1 tahun dari sekarang,” ujar Arief.

Alasan Menpar begitu ngotot agar Emirates terbang saat ini karena, pertama, bisnis itu harus fair.

“Kami akan bantu Emirates terbang lagi di pasar yang sudah gendut, dan rata-rata load factor-nya sudah di atas 90 persen. Kami bantu untuk terbang lagi ke Surabaya dan Denpasar. Khusus Denpasar, slot hanya bisa di atas pukul 00.00 sampai 06.00. Giliran kita minta menghidupkan Lombok, mereka tidak segera memberi kepastian,” paparnya.

Kedua, lanjut Arief, ini langkah konkret untuk men-drive Lombok sebagai Halal Destination, yang mengandalkan pasar Timur Tengah. Lombok itu menang di Atraksi, tapi masih lemah di Akses dan Amenitas.

“Emirates ini adalah solusi untuk menambah akses Lombok ke Dubai. Lombok jadi pintu utama. Selama ini wisman Lombok itu 90 persen dari Bali. Nah, ke depan Lombok harus menaikkan persentase itu, biar juga mendapatkan benefit yang lebih bagus buat pelaku industri dan masyarakatnya,” jelas Arief.

Ketiga, sambung Menpar, kalau Emirates betul-betul tertarik, dan yakin bahwa Lombok itu keren, punya masa depan bagus dan bisa menjadi destinasi andalan, seharusnya seorang pebisnis langsung ambil risiko.

“Ambil keputusan, pastikan ambil dulu jatah slot itu, baru soal promosi dan teknis mendapatkan pasar itu dibicarakan belakangan,” katanya.

“Ini jadinya kan seperti telur dan ayam, mana yang duluan? Harusnya airlines ikut men-create market. Kemenpar juga mau kok joint promotion, dan bikin sales mission di Timur Tengah, untuk men-support Emirates ke Lombok,” tegas Arief Yahya.

Menpar memang tidak banyak berbasa-basi dengan Emirates, karena destinasi Lombok itu punya atraksi yang sangat istimewa buat originasi Timur Tengah.

“Kalau Emirates tidak mengambil Lombok, bisa jadi maskapai lain yang agresif dan lebih dulu masuk lho,” kata Arief Yahya.

Kalau soal menambah penerbangan ke Denpasar dan Surabaya, tidak masalah, karena juga mendatangkan banyak wisman. Tetapi, Menpar memang ingin menjadikan momentum ini untuk membangun pariwisata Lombok.

Koneksi dengan maskapai Emirates ini boleh dibilang ngebut. Pertemuan pertama terjadi di booth-nya Emirates di Arabian Travel Market (ATM) di Dubai International Exhibition and Convention Center 25-28 April 2016 lalu.

Kala itu Menpar dan Dubes RI bertemu Sheikh Akhmad, CEO Emirates Airlines. Sehari sesudahnya langsung membuat MoU, yang ditandatangani oleh Badr Abbad, Senior Vice Presiden Commercial Operators Far East dan Nia Niscaya, Asdep Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika Kemenpar.

sumber

IDB Dukung Pengembangan Wisata Halal di NTB

Presiden Bank Pembangunan Islam atau “Islamic Development Bank” (IDB) Ahmad Mohamed Ali Al-Madani mendukung pengembangan wisata halal di Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Barat.

“Industri pariwisata halal belakangan ini banyak mengalami perkembangan, khususnya di negara Muslim dan negara anggota IDB. Mengingat konsep pariwisata halal yang sedang dikembangkan NTB, IDB sangat mendukung kerja sama dengan Provinsi NTB,” kata Ahmad Mohamed Ali Al-Madani saat acara roadshow mempromosikan sidang tahunan ke-41 IDB di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat, Selasa (26/4/2016).

Selain mendukung pengembangan wisata halal di NTB, Presiden IDB yang kini telah memasuki usia 80 tahun itu mengucapkan apresiasi dan selamat atas berbagai prestasi yang berhasil diraih NTB, khususnya penghargaan sebagai “world best halal tourism destination” dan “world best halal honeymoon destination”.

Karena itu, Ahmad Mohamed Ali Al-Madani berharap dengan NTB menjadi wisata halal, semakin banyak wisatawan asal Timur Tengah untuk datang dan mengunjungi NTB.

Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi mengatakan meski secara fiskal NTB rendah, tetapi pertumbuhan ekonominya mampu di atas rata-rata nasional.

Untuk itu, lanjut Gubernur NTB, dalam mendukung kepariwisataan nasional dan maritim pihaknya sangat mendorong agar sejumlah pihak bisa membantu mendanai pembangunan KEK Mandalika Lombok Tengah dan Bandar Kayangan di Lombok Utara. Salah satunya melalui peran IDB.

Sebab, kedua kawasan itu memiliki arti yang cukup penting dan strategis tidak hanya bagi NTB, melainkan Indonesia. Karena, KEK Mandalika sendiri akan menjadi salah tempat pengembangan wisata halal di NTB dan Indonesia.

Karena itu, Gubernur NTB berharap IDB bisa ikut berperan dalam mewujudkan pembangunan di KEK Mandalika Lombok Tengah dan Global Hub Kayangan di Kabupaten Lombok Utara tersebut.

“Ini bukan hanya mimpi NTB tetapi mimpi Presiden Joko Widodo untuk maritim Indonesia,” kata Majdi.

Anda ingin mengunjungi lombok? hubungi kami Mahardika Travel di 087864867189

sumber

Pantai Selong Belanak, Cocok Jadi Tempat “Kursus” Selancar untuk Pemula

Terik matahari siang yang menyengat seolah tak terasa, saat menginjakan kaki di pasir putih nan lembut di sepanjang Pantai Selong Belanak, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Salah satu pantai di pesisir Selatan Pulau Lombok ini wajib dikunjungi karena memiliki pasir putih indah dengan tekstur lembut yang terhampar di sepanjang bibir pantai.

Memasuki kawasan pantai ini, wisatawan akan disambut dengan deretan papan surfing sewaan yang tertata rapi di sepanjang pantai.

Sejauh mata memandang, tampak bukit-bukit hijau di sisi kiri dan kanan pantai dengan birunya laut dan hamparan pasir putih. Pantai Selong Belanak merupakan salah satu pantai yang cukup terkenal karena keindahan dan kebersihan pantainya.

Pantai ini memiliki garis pantai yang panjang, berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Pantai ini kerap dikunjungi wisatawan asing yang ingin belajar berselancar.

Siang itu, beberapa peselancar pemula tampak susah payah menaklukkan ombak setinggi 1,5 meter dengan papan selancar sewaan. Di antaranya ada juga yang sudah mahir.

Tenang, di pantai ini mereka tidak khawatir digulung ombak besar atau terhempas ke batu karang karena medan pantai cukup lebar dan dangkal. Inilah salah satu alasan kenapa para wisatawan berdatangan ke pantai ini.

Selain cantik, pantai ini ramah bagi para peselancar pemula. Wisatawan bisa menyewa papan selancar sekaligus belajar bagaimana mengarungi ombak.

Selain berselancar, wisatawan dapat menikmati pantai ini dengan berenang, berjalan kaki menyusuri pantai atau sekedar duduk di kursi santai sambil menikmati pemandangan Pantai Selong Belanak.

Pantai Selong Belanak berada di Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB. Dari Kota Mataram, pantai ini bisa ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam menggunakan kendaraan pribadi maupun sewaan.

Sementara dari Lombok International Airport, membutuhkan waktu sekitar 30 menit perjalanan. Lokasi Pantai Selong Belanak sedikit tersembunyi dan jauh dari keramaian. Namun tidak usah khawatir tersesat karena sudah banyak penunjuk arah jalan menuju pantai ini.

Anda ingin mengunjungi pantai selong belanak di lombok? silahkan hubungi kami Mahardika Travel di 087864867189

sumber

Gili-gili, bak Gadis Cantik yang Menanti Pinangan

DENGAN panjang garis pantai 2.333 kilometer dan sebaran 282 pulau, Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki banyak potensi destinasi wisata bahari. Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika merupakan salah satu potensi yang berpeluang besar dikembangkan bersama sembilan destinasi wisata prioritas di Indonesia.

Kawasan seluas 1.035 hektar di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, itu memiliki beberapa pantai menawan yang perawan, seperti Pantai Kuta, Pantai Seger, dan Tanjung Aan.

Ombak besar di pantai-pantai itu cocok untuk selancar, alam bawah lautnya yang indah berpotensi untuk wisata penyelaman. Kawasan hutan dan tradisi mencari cacing nyale yang lekat dengan legenda Putri Mandalika cocok untuk ekowisata.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Amin, di Mataram, mengatakan, setelah macet 25 tahun, perkembangan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika pesat pada tahun ini karena mendapatkan perhatian khusus Presiden Joko Widodo.

Pemerintah pusat sudah mengucurkan dana Rp 250 miliar dan menjanjikan tambahan Rp 1,8 triliun untuk pembangunan infrastruktur dan menarik investor masuk.

Selain Hotel Pullman yang sedang dibangun, di kawasan itu akan dibangun 100 hotel. Total investasi yang akan masuk ke kawasan itu Rp 37 triliun.

Jika sudah beroperasi, kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, kawasan itu diharapkan bisa menarik 1 juta wisatawan mancanegara (wisman). Ini berarti akan memberikan pemasukan bagi negara sekitar 1 miliar dollar AS (Rp 14 triliun) per tahun.

Selain Mandalika, NTB pun memiliki banyak pulau kecil atau gili dengan potensi wisata bahari yang besar. Contohnya Gili Trawangan, Meno, dan Air yang menjadi salah satu primadona destinasi wisata NTB.

Sejak didatangi wisatawan pada 1986, industri pariwisata di tiga gili ini berkembang pesat. Wisatawan yang datang hampir 98 persen adalah wisman.

”Jumlah wisatawan yang menyelam di gili tiap tahun mencapai 72.000 orang atau 200 orang per hari,” ujar Ahmad Rifai, pengelola PT Blue Marlin Dive.

Jumlah itu belum termasuk yang berselancar, berenang, atau hanya menikmati keindahan pantai. Kamar hotel/penginapan sebanyak 3.000 unit di tiga gili ini kerap tak mampu menampung wisatawan yang datang.

Kepala Seksi Analisis Pasar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB Harris mengatakan, banyak gili lainnya yang tak kalah menawan. Di Kecamatan Sekotong, Lombok Tengah, misalnya, antara lain terdapat Gili Asahan, Gede, Poh, Nanggu, Tangkong, Kedis, dan Sudak yang mulai dikunjungi wisatawan.

Di sekitar Pulau Sumbawa pun bertebaran gili-gili yang memesona. Sebagaimana di Lombok, gili-gili di Sumbawa
juga dikelilingi pasir putih dengan laut jernih yang kaya biota laut.

Di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat, misalnya, ada 16 gili yang berpotensi dikembangkan untuk destinasi wisata. ”Saat ini, pemanfaatan gili-gili tersebut lebih untuk perikanan tangkap,” kata Sekretaris Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan Sumbawa Barat Khaerul Jibril.

Dari 16 gili tersebut, kata Wakil Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Sumbawa Barat Saleh, baru Gili Balu, yaitu gugusan delapan gili di Selat Alas, yang tengah dikembangkan untuk pariwisata.

Tingkat kunjungan wisatawan ke Gili Balu berkisar 300-400 orang per minggu, terutama ke Pulau Kenawa yang berada di dekat Pelabuhan Poto Tano.

Sejumlah investor mulai melirik gili-gili tersebut. PT Nusantara Oriental Permai, misalnya, berencana membangun 70 vila di Pulau Paserang. PT Gili Balu tengah mengurus izin untuk mengembangkan pariwisata di tujuh gili lainnya, termasuk Pulau Kenawa.

Di Kabupaten Sumbawa, dari 62 gili yang ada, Pulau Moyo, Ketapang, Panjang, Temedong, dan Bedil berpotensi dikembangkan untuk destinasi wisata. Moyo jadi destinasi unggulan, terutama setelah PT Amanwana Resort membangun resor di pulau di mulut Teluk Saleh ini.

”PT Moyo Island akan membangun 32 kamar (penginapan) di samping Amanwana,” kata Kepala Seksi Promosi dan Pemasaran Wisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa Darmawan.

Namun, infrastruktur penunjang pariwisata yang belum memadai menjadi kendala pengembangan wisata gili tersebut, terutama di sekitar Pulau Sumbawa.

Di Moyo, yang notabene menjadi ikon wisata Sumbawa, pun dalam sehari hanya tersedia dua kali penyeberangan menggunakan perahu tradisional berkapasitas 20 orang.

”Kami sudah ke Kementerian Pariwisata dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah tertinggal, dan Transmigrasi minta bantuan kapal, juga untuk ke Pulau Moyo,” kata Kepala Seksi Pengembangan Nilai Budaya Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa Fitriati.

untuk anda yang ingin mengunjungi lombok dan membutuhkan transportasi atau akomodasi bisa menghubungi mahardika travel di 087864867189

sumber

 

Jangan Takut “Snorkeling” Walau Tidak Bisa Berenang

Sensasi snorkeling memang wajib dicoba bagi para pecinta pantai. Tetapi bagaimana kalau tidak bisa berenang?

Keraguan bisa saja muncul antara ingin menikmati pesona bawah laut dengan ketakutan karena tidak bisa berenang. Tenang saja, asal bisa mengikut langkah-langkah ini, kita bisa snorkeling tanpa harus bisa berenang.

Latihan di kolam renang

Jika semasa berwisata kita tinggal di hotel, gunakan kolam renang hotel untuk latihan mengapung dan praktek pernafasan. Caranya adalah gunakan masker pelindung mata, alat snorkel, dan fins terlebih dahulu, lalu posisikan diri dengan berdiri di dalam air sebatas pinggang.

Mulailah membungkuk perlahan dan bernafas dengan normal. Untuk latihan mengapung, berdirilah di kolam yang lebih dangkal, sehingga tangan dapat menopang tubuh sebelum mengapung. Setelah mendapatkan posisi nyaman, lepaskan tangan perlahan-lahan dari dasar kolam.

Gunakan alat snorkel, masker, dan fins dengan benar

Periksa peralatan snorkeling sebelum masuk ke dalam air. Lebih baik menguncir rambut jika rambut kita panjang dan menggunakan pakaian renang yang tidak akan mengganggu kenyamanan selama snorkeling.

Pasang masker dengan erat dan rapat. Gunakan jaket pelampung, agar kita merasa lebih aman.

Biasakan diri

Ketika mulai masuk ke air, biasakan diri dengan bernafas di air laut yang bergelombang. Biasakan diri dengan arus air laut, sebaiknya jangan melawan arus.

Buat diri kita merasa senyaman mungkin terlebih dahulu, sebelum mulai menikmati pemandangan bawah laut.

Snorkeling bersama

Sebaiknya kita tidak berada terlalu jauh dengan lainnya. Ajak teman atau keluarga yang sudah sering melakoni kegiatan ini, agar kita dapat tetap bertanya dan dibantu olehnya saat snorkeling.

Misalnya jika kaki kita tiba-tiba kram, langsung beritahukan teman atau pemandu yang berada di sekitar kita.

Jangan panik

Ingatlah bahwa snorkeling adalah kegiatan menyelam dangkal, sehingga jangan panik jika terjadi sesuatu.  Asal kita mengikuti petunjuk dan tetap tenang, snorkeling akan tetap aman dan menyenangkan.

Lombok memiliki lokasi snorkeling terbaik di Indonesia, untuk anda yang ingin mengunjungi lombok dan membutuhkan transportasi dan akomodasi selama di lombok silahkan hubungi mahardika travel di 087864867189

sumber

Cara ke Lombok ala “Backpacker” Kurang dari Rp 400.000

Nusa Tenggara Barat memiliki banyak obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Dari mulai wisata budaya, pantai, hingga gunung bisa dicoba didatangi. Selain itu, berbagai festival juga akan digelar pada tahun 2016 untuk meramaikan provinsi yang disebut “Negeri 1.000 Masjid” ini.

Sebut saja, Gili Trawangan, Pantai Senggigi, Pantai Selong Belanak, Gunung Rinjani, Gunung Tambora, dan berbagai obyek wisata lain tersebut bisa menjadi pilihan. Untuk mencapai obyek-obyek wisata tersebut, Pulau Lombok adalah titik masuk untuk berwisata di Lombok.

Nah, bagaimana cara untuk menuju Lombok dari Jakarta dengan murah? KompasTravel membuatkan rute transportasi murah ala backpacker dengan biaya kurang dari Rp 400.000.

Pilihan transportasi yang digunakan adalah jalur darat dan laut yakni kereta api, bus dan kapal feri. Pertama transportasi digunakan adalah kereta api dari Jakarta ke Surabaya. Kereta api yang digunakan adalah Gaya Baru Malam dengan harga Rp 110.000.

Perjalanan kereta api Gaya Baru Malam berangkat pukul 10.30 WIB dan tiba di Surabaya Gubeng pukul 01.45 WIB. Perjalanan dari Jakarta ke Surabaya menggunakan kereta api Gaya Baru Malam adalah 14 jam 15 menit.

Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan dengan kereta api dari Stasiun Surabaya Gubeng ke Stasiun Banyuwangi Baru menggunakan kereta api Sri Tanjung. Kereta Sri Tanjung berangkat pukul 14.30 WIB dan tiba di Stasiun Banyuwangi Baru pada pukul 21.15 WIB.

Perjalanan dari Stasiun Surabaya Gubeng ke Stasiun Banyuwangi Baru yakni selama 6 jam 45 menit. Tiket kereta api Sri Tanjung berharga Rp 100.000. Setelah sampai Stasiun Banyuwangi Baru, moda transportasi yang digunakan adalah bus.

Bus yang digunakan adalah jurusan Terminal Ubung di Denpasar, Bali. Bus tersebut dapat ditemukan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Untuk mencapai Pelabuhan Ketapang dari Stasiun Banyuwangi Baru, cukup berjalan kaki selama 15 menit.

Harga tiket bus dari Pelabuhan Ketapang ke Terminal Ubung adalah sekitar Rp 30.000 – Rp 50.000. Lama perjalanan dari Pelabuhan Ketapang sampai Terminal Ubung yakni sekitar tiga jam perjalanan termasuk penyeberangan Selat Bali via kapal feri. Bus jurusan Pelabuhan Ketapang ke Terminal Ubung tersedia selama 24 jam.

Dari Terminal Ubung lanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Padangbai menggunakan bus. Biaya yang dibutuhkan adalah sekitar Rp 40.000 – Rp 50.000 dengan lama perjalanan sekitar 4 jam.

Selanjutnya, moda transportasi yang digunakan adalah kapal feri menuju Pelabuhan Lembar. Lama penyeberangan Selat Lombok adalah 4-5 jam dan biaya kapal feri yakni sekitar Rp 45.000 – Rp 50.000.

Setelah tiba di Pelabuhan Lembar berarti sudah tiba di Pulau Lombok. Untuk menuju pusat Kota Mataram, transportasi yang tersedia di Pelabuhan Lembar adalah angkutan kota, taksi, dan mobil sewaan. Angkutan kota tersedia mulai pukul 06.00 – 17.00 WITA dan biaya yang dibutuhkan Rp 10.000. Ambillah angkutan kota dengan tujuan Pelabuhan Lembar ke Terminal Bertais.

Berikut detail transportasi tersebut.

Stasiun Pasar Senen – Stasiun Surabaya Gubeng Rp 110.000
Stasiun Surabaya Gubeng – Stasiun Banyuwangi Baru Rp 100.000
Pelabuhan Ketapang – Terminal Ubung Rp 50.000
Terminal Ubung – Pelabuhan Padang Bai Rp 50.000
Pelabuhan Padang Bai – Pelabuhan Lembar Rp 50.000
Pelabuhan Lembar – Terminal Bertais Rp 10.000

Total Rp 370.000

Apabila anda ingin ke lombok dan membutuhkan bantuan transportasi dan akomodasi selama di lombok anda bisa menghubungi mahardika travel di no tlp 087864867189

 

sumber

 

Menpar: Lombok Disiapkan Jadi Destinasi Utama Pariwisata

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan akan mempersiapkan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai destinasi utama pariwisata Indonesia.

“Lombok atau NTB ini akan kita jadikan destinasi utama. Sekarang belum diakui menjadi destinasi utama,” kata Arief Yahya usai menghadiri Seminar Wisata Halal Dunia, di Mataram, Kamis (17/3/2016).

Ia menjelaskan, saat ini destinasi utama Indonesia masih dipegang oleh Bali. Lombok sebagai daerah yang berdekatan dengan Bali masih menjadi tujuan wisata kedua setelah Bali.

“Itu tetap kita lakukan sebagai secondary destination, tetapi sekarang ini kita ingin Lombok menjadi destinasi utama. Jadi orang dari luar nanti akan langsung ke Lombok atau lebih lama tinggal di Lombok daripada di Bali,” kata Arief.

Tahun 2015, Lombok telah dikukuhkan sebagai World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon Destination dalam ajang The World Halal Travel Summit/ Exibition yang diumumkan di Uni Emirat Arab.

Momentum inilah yang akan dimanfaatkan sebagai ajang promosi untuk mengenalkan Lombok sebagai tujuan pariwisata halal dunia.

Menurut Arief, untuk menarik minat wisatawan datang langsung ke Lombok ada beberapa hal harus dibenahi di antaranya meningkatkan promosi pariwisata, mempersiapkan SDM dan pembenahan beberapa destinasi khusus halal.

Selain itu, yang perlu dilakukan adalah menambah jadwal penerbangan langsung dari Bandara Internasional Lombok (BIL) menuju beberapa negara yang menjadi ‘pasar’ seperti Singapura, Malaysia dan China.

Terkait hal ini, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi optimistis dengan mengusung brand destinasi wisata halal dunia, maka NTB memiliki peluang lebih untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

Anda ingin mengunjungi lombok? sewa mobil di lombok? hubungi mahardika travel di 087864867189

sumber