Kunjungan Wisatawan ke Pangandaran Meningkat

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu mengatakan kunjungan wisatawan ke Pangandaran, Jawa Barat, meningkat setelah dilakukan pembenahan pascatsunami 2006.

“Sebelum tsunami, wisatawan yang berkunjung mencapai 700.000 orang. Namun setelah tsunami dan dilakukan pembenahan, kunjungan mencapai 1,4 juta orang,” kata Mari di Pangandaran, Sabtu (12/4/2014).

Mari mengatakan Pangandaran merupakan salah satu kisah sukses pengelolaan kawasan wisata pascabencana. Apalagi, Pangandaran memang termasuk kawasan rawan bencana.

Menurut Mari, bencana tsunami yang melanda Pangandaran justru bisa diubah menjadi harapan untuk menghidupkan pariwisata dan menambah penghasilan penduduk setempat yang pada dasarnya adalah nelayan, petani dan pekerja tambang.

“Hidupnya pariwisata juga menghidupkan banyak hal lain misalnya budaya. Di sini misalnya, tarian Ronggeng Gunung dan makanan pindang gunung yang sempat hilang bisa dihidupkan kembali,” tuturnya.

Selain itu, dalam proses rehabilitasi pascatsunami, di Pangandaran juga dibangun sabuk hijau berupa tanaman bakau. Tanaman bakau berfungsi sebagai pengaman kawasan pantai sekaligus wisata.

“Semua itu untuk mencapai pariwisata yang berkelanjutan. Baru dua tahun saja kesadaran penduduk setempat untuk tidak menebang pohon dan menanam bakau sudah mulai meningkat,” katanya.

Mari mengatakan pariwisata yang berkelanjutan tidak hanya lingkungan tetapi juga harus melibatkan masyarakat untuk menjaga kawasan tersebut.

Menparekraf Mari Elka Pangestu didampingi Sekjen Kemenparekraf Ukus Kuswara dan Dirjen Pengembangan Destinasi Firmansyah Rahim mengunjungi Pangandaran untuk meninjau pengembangan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah tersebut.

Selain mengunjungi Pantai Pangandaran, Mari juga meninjau lokasi penanaman bakau di Bulak Setra yang merupakan bagian dari aksi program “Sustainable Tourism through Energy Efficiency with Adaptation and Mitigation Measures” (STREAM) yang mendapat bantuan dari Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) untuk merevitalisasi Pangandaran pascatsunami.

Mari juga menyempatkan diri untuk berdialog dengan para pemangku kepentingan pariwisata Pangandaran yang terhimpun dalam “Local Working Group” (LWG), “Destination Management Organization” (DMO) dan petugas penjaga pantai yang tergabung dalam Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista).

Setelah mengunjungi Pangandaran, Menparekraf bersama rombongan juga berkunjung ke Ciamis dan Tasikmalaya.

sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s