“Wouuw”…, Segarnya Mandi Bareng Bidadari

TIDAK terasa kini sudah pertengahan April. Siraman hujan masih sesekali menyambangi Ibu Kota, tetapi udara panas dan gerah lebih sering hadir menyapa. Melewatkan akhir pekan ini di alam terbuka dengan air berlimpah sepertinya ide yang sangat bagus. Apalagi, jika tempatnya indah dan ada air terjun di tengah pegunungan hijau. Wah, asyiknya.

Mendengar pegunungan, yang teringat pasti kawasan Puncak di Cisarua, Kabupaten Bogor. Ingatan itu tidak salah, tetapi tidak tepat benar. Tempat mandi dan berenang-renang ini masih di Kabupaten Bogor, tetapi di kawasan Sentul, Babakan Madang. Nama tenarnya adalah Air Terjun Bidadari di Sentul Paradise Park (SPP), Desa Bojongkoneng, Babakan Madang.

Lokasinya relatif lebih dekat dibandingkan dengan kawasan Puncak. Hanya 14 kilometer atau sekitar 30 menit perjalanan dengan bermobil dari Gerbang Tol Sentul City/Sentul Selatan, Tol Jagorawi.

Perhatikan penunjuk jalan menuju Air Terjun Bidadari di tepi-tepi jalan agar tidak salah berbelok. Dari pintu tol itu, arahkan mobil masuk ke Jalan Thamrin di kawasan bisnis Sentul City. Kemudian belok ke kanan ke Jalan Raya Cijayanti, yang merupakan jalan alternatif menuju Megamendung. Jalannya memang belum terlalu lebar tetapi cukup mulus hingga mencapai pertigaan yang biasa dikenal sebagai Kilometer (Km) Nol.

Tidak sulit mengenali penanda Km Nol. Tepat di pertigaan itu ada resor yang dikhususkan untuk outbound dan kegiatan luar ruang lain dengan nama Km Nol. Tempat ini punya kekhasan, yaitu dilengkapi ruang menginap berbentuk tenda peleton, tetapi bagian dalamnya nyaman untuk sekadar nongkrong atau istirahat.

Dari Km Nol, masih sekitar 2 km lagi menuju Air Terjun Bidadari. Di sinilah petualangan dimulai. Walaupun badan jalan sudah cukup lebar, ruas ini belum dibeton atau diaspal dengan baik karena kondisi tanah memang belum cukup stabil. Jalannya pun turun naik khas kawasan pegunungan dengan tikungan cukup tajam.

Sungguh lega ketika akhirnya menemukan kawasan wisata air terjun ini. Dari tempat parkir, Air Terjun Bidadari tampak tepat di depan mata. Keindahannya bukan omong kosong.

”Kalau siang ada sinar matahari, muncul pelangi. Ada pelangi, ada bidadari turun ke bumi. Karena itu, nama air terjun dinamai Bidadari,” kata Guntur, warga Bojongkoneng, yang menjadi juru foto bagi wisatawan di sana.

Tubuh dan jiwa

Air terjun itu bukan cuma untuk dilihat. Meniti jembatan bambu, melewati dua gundukan batu besar, sebelum curahan air menyentuh seluruh tubuh. Pijatan alam yang sungguh menyegarkan. Ada kolam kecil tepat di bawah air terjun dan cukup aman untuk berendam. Silakan menikmati penyatuan tubuh, jiwa, dan alam sepenuhnya, sepuasnya.

Pengelola SPP telah membuat kolam sedalam lebih kurang 70 sentimeter mengelilingi air terjun. Sekadar bermain pasir di sekitar kolam atau merendam kaki, berenang, dan mengarunginya dengan ban-ban plastik yang bisa disewa akan menjadi momen menyenangkan bersama pasangan atau keluarga.

Air kolam itu adalah limpahan dari air terjun yang terus mengalir menjadi aliran Sungai Citeureup. Ada prosotan besar berliku setinggi dua meteran yang dapat digunakan untuk menambah sensasi sebelum menceburkan diri ke kolam.

Oh, ya, sebelum menikmati air terjun dan bermain air, ada baiknya menyewa saung dengan biaya Rp 50.000 per dua jam. Di saung itulah, kita bisa menaruh barang, yang tentunya, harus ada yang menjaganya, dan tempat beristirahat sambil makan-minum. Kalau tidak membawa bekal dari rumah, makan minum dapat dibeli atau dipesan dari gerai makanan yang ada di sana.

Biaya berwisata yang dikembangkan PT Curuk Bidadari sejak dua tahun lalu itu memang cukup terjangkau, bahkan murah bagi sejumlah warga Jakarta. Tiket masuk per orang tergantung hari biasa atau akhir pekan, berkisar Rp 20.000-Rp 30.000 per orang. Untuk satu mobil dikenai biaya parkir Rp 10.000.

General Manager SPP Arief mengatakan, SPP memang didesain untuk tempat rekreasi air terjun dengan ”pantai” pasirnya. ”Saat ini, SPP masih dalam proses pengembangan. Pembangunannya belum tuntas, tetapi pengunjung sudah banyak,” katanya.

Dengan biaya miring, jangan berharap menikmati kemewahan berlebih di sini. Air terjun memang jadi magnet utama bagi pengunjung. Suasana alami dan kesederhanaan di sekitar air terjun justru membuat tempat ini menawan.

Air terjun ini bisa menjadi alternatif menjanjikan, bahkan menjadi pilihan utama saat orang bosan dengan penuh sesaknya Puncak atau obyek wisata baru di kawasan Sentul, seperti di Jungle Land, Taman Budaya, dan Restoran Ah Poong yang telah termasyhur. Tertarik? Buktikan saja sendiri.

sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s