Keindahan Mandar dalam Sehelai Tenun

GEMERETAK lontaran selongsong dari bambu berpeluru benang memecah keriuhan ombak pesisir pantai barat Sulawesi. Hilir mudik ke kanan-kiri selongsong itulah mengantarkan jalinan benang yang terikat menjadi sebuah kain tenun khas Mandar.

Para perempuan Kampung Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, secara turun-temurun melestarikan budaya warisan nenek moyangnya ini.

Di saat para lelaki melaut mengais rezeki dengan mencari ikan sebagai nelayan, perempuan-perempuan pun tak tinggal diam. Di bawah kolong rumah panggung, mereka asyik menenun kain. Dengan alat tradisional dari kayu yang bertopang pada tubuh inilah, mereka berkarya. Kain tenun itu kemudian dijual keliling oleh anak-anak perempuan mereka hingga ke pasar.

Motif kotak-kotak dan corak tumpal khas yang dahulu kala hanya dalam warna tertentu, seperti merah, hitam, biru, dan hijau, kini sudah berkembang menjadi warna-warni, seiring permintaan pasar. Gempuran benang sintetis impor yang menguasai pasar kini berpengaruh pada penggunaan bahan baku. Sutra alam yang merupakan kekayaan negeri yang dahulu kala mereka gunakan tak mampu lagi terbeli.

sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s