Momen “Traveling” Jadi Jurnal Visual dengan Aplikasi Ini

Saat melancong, aktif di jejaring sosial tak bisa lepas. Biasanya, berfoto di tempat wisata lalu dikirim ke jejaring sosial. Nah, ada aplikasi jejaring sosial baru bernama Pandume.

“Pandume sebenarnya adalah sebuah jejaring sosial yang mengabadikan momen seseorang menjadi sebuah rangkaian informasi yang menarik dan informatif,” jelas Co-founder dan COO Pandume Roy Prawira saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (16/4/14) lalu.

Ia yakin setiap orang memiliki cara sendiri untuk membingkai momen dan perjalanan hidupnya. Apapun minat pengguna Pandume akan dibagi.

“Bisa wisata, musik, makanan, fotografi, olahraga, budaya ataupun sejarah,” tambahnya.

Cara kerjanya, di Pandume para pengguna diajak untuk mengabadikan momennya dalam fitur “Route”. Tiap orang yang mengabadikan momen diwajibkan merangkainya dalam jurnal visual dengan foto yang berjumlah tiga hingga delapan dilengkapi dengan penjelasan tak lebih dari 140 karakter dan informasi keberadaan tempat.

Agar lebih personal dapat pula menyebutkan teman dalam fitur “Route” ini. Selain itu, ada sistem tracking yang memungkinkan pengguna dapat melihat jejak perjalanan yang sedang atau telah dilakukan. Bentuknya titik-titik yang akhirnya bisa saling menghubungkan perjalanan satu dengan lainnya.

Fitur lainnya adalah “Now”, yaitu fitur bagi pengguna yang ingin meniru “Route” pengguna lainnya sehingga terciptalah panduan dalam daftar pengalaman. Selain itu ada fitur “Search” yang berguna untuk melacak “Route” pengguna lainnya. Serta “Share” unuk menyebarkan informasi mengenai pengalaman perjalanan yang terhubung melalui akun media sosial lainnya.

“Kami sangat mengapresiasi pada produk kreatif seperti ini. Aplikasi sosial ini hadir sesuai kebutuhan masyarakat, menariknya lagi juga dapat menjadi tempat promosi pariwisata dengan memberikan panduan untuk mencari tempat destinasi terbaik,” ungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Marie Elka Pangestu di kesempatan yang sama.

Tentu saja, pengguna tak dikhususkan hanya untuk yang senang melakukan perjalanan saja. Pihak Pandume menargetkan pengguna usia produktif 19 hingga 45 tahun.

“Tak terbatas hanya kalangan traveler saja, karena perjalanan bukan hanya sekedar pergi ke tempat yang jauh,” tuturnya.

Sebelum diluncurkan, Pandume sudah dipakai oleh kalangan terbatas. Banyak traveler yang sudah menggunakannya. Salah satunya Dina, blogger Dua Ransel.

“Siapapun dijamin suka karena warnanya yang menarik bagi saya, Pandume benar-benar memudahkan saya untuk mencari informasi ataupun berbagi pengalaman perjalanan,” ungkap wanita yang hidup nomaden dengan suaminya ini.

Sementara itu, pemilik akun twitter @TravellersID, Pradikta Dwi Anthony, juga sudah mencoba aplikasi ini sejak September tahun lalu. Menurutnya, selama ini yang belum ada dalam aplikasi sosial sejenis adalah fitur “Route”.

“Kenangan dan momen kalau tercecer menjadi percuma, di sini album foto disatukan dengan penjelasannya yang singkat dan akhirnya menjadi cerita utuh. Tak perlu tertumpuk dengan pengguna lain dan juga meminimalisir pengalaman yang berulang,” tandasnya

Sayang, hingga saat ini aplikasi ini hanya tersedia untuk iOS saja. Sedangkan untuk Android sedang dipersiapkan untuk Juni mendatang.

sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s