Borobudur Resmikan Pintu Masuk Baru dan “E-Ticketing”

Tepat pada Hari Kartini, Senin (21/4/2014), pintu masuk baru untuk para wisatawan di Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dioperasikan. Mulai hari ini, para wisatawan akan masuk ke area candi melalui visitor main gate.

Direktur Utama PT TWCB Laelly Prihatiningtyas menjelaskan, pintu gerbang masuk ke dalam TWCB itu sengaja dibangun untuk memberikan kenyamanan serta meningkatkan kepuasan kunjungan wisatawan dengan beberapa penyempurnaan dan pengembangan.

“Di visitor main gate ini tersedia 12 loket tiket yang terbagi menjadi tiga bagian, yakni pelayanan tiket untuk wisatawan Nusantara, mancanegara, dan dispensasi. Loket juga lebih luas dan nyaman,” kata Tyas, sapaan akrab Laelly, seusai meresmikan visitor main gate, Senin pagi.

Kenyamanan lain yang bakal dirasakan pengunjung, lanjut Tyas, antara lain, pemandangan yang langsung ke arah bangunan candi nan megah, begitu pengunjung masuk ke area pintu utama. Sementara itu, pintu utama di sisi timur candi dibangun dengan arsitektur Jawa.

Menurut Tyas, hal ini diwujudkan sebagai upaya untuk nguri-uri (melestarikan) budaya Jawa, serta memberi kesan harmonis dengan filosofi candi peninggalan Wangsa Syailendra itu, yang kental dengan budaya Jawa.

Dalam kesempatan itu pula, PT TWCB juga secara resmi meluncurkan sistem tiket elektronik (e-ticketing) untuk Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Prambanan, dan Ratu Boko di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sistem berbasis ICT ini merupakan bentuk sinergi dengan PT Telkom dan BRI.

Tyas menjelaskan, sitem tiket online ini nantinya akan dipadukan dengan pelayanan e-commerce melalui situs perusahaan dan akan diterapkan untuk semua destinasi wisata yang dikelola oleh PT TWCB.

“Harapan kami, pada pertengahan bulan Mei, sistem ini akan beroperasi penuh. Tidak hanya di Candi Borobudur, tetapi juga Prambanan dan Ratu Boko,” ujar direktur BUMN termuda ini.

Pihaknya berharap, penerapan tiket elektronik tersebut akan memberikan kemudahan kepada pengunjung dan mengurangi antrean pembelian tiket. Selain itu, masyarakat yang akan berkunjung juga bisa merencanakan kunjungan lebih awal dengan memesan tiket dari mana saja secara online.

“Seperti kata Kartini, ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’. Mudah-mudahan langkah kami ini menjadi langkah awal kami untuk menuju terang, memberi perubahan yang lebih baik bagi masyarakat,” tutup Tyas.

sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s