Mencoba Menu Serba Iga di Dapur Iga

Olahan iga, tampaknya memang selalu berhasil mengundang selera. Ini dibuktikan dengan selalu bertambahnya tempat makan yang menawarkan iga sebagai menu khasnya, mulai dari kaki lima hingga restoran mewah.

Melihat peluang dan selera masyarakat yang besar terhadap olahan iga, maka tak heran banyak bisnis restoran iga yang melakukan ekspansi. Dapur Iga salah satunya, di mana Jumat (18/4/2014) resmi membuka outlet ke-9 di Kota Wisata, Cibubur.

“Masih teringat oleh saya, tahun lalu masih mencari-cari tempat murah untuk di sewa setelah outlet kita satu-satunya di Bandung harus tutup karena biaya sewa mengalami kenaikan harga yang tidak masuk akal. Puji syukur hanya berselang satu tahun justru bisa membuka outlet yang ke sembilan,” ujar Feby Salam, Direktur Utama PT Dapur Iga Nusantara saat memberi sambutan sore itu.

Dapur Iga sebenarnya adalah usaha franchise yang awalnya digawangi oleh tiga sekelompok mahasiswa Institut Teknologi Bandung. Mereka resmi membuka outlet pertamanya empat tahun lalu. Jatuh bangunnya bisnis ini semakin membuat mereka para perintisnya semakin optimis dan matang dalam menjalani bisnis ini.

“Kami melihat peluang, karena olahan iga tak dapat dimasak sembarangan. Tak terlalu mudah untuk membuat masakan iga tetap konsisten, empuk dengan bumbu yang pas apalagi kalu coba-coba di rumah. Untuk itu kita optimis bisnis ini akan terus berkembang, untuk franchise agar konsisten sausnya itu didatangkan lansung dari pusat, Bandung,” terang Irdra Firstyadhika, Direktur PT Dapur Iga Nusantara.

Perlu diketahui, Dapur Iga tak hanya dikenal dengan restoran yang menyajikan olahan iga yang empuk, tetapi juga dikenal dengan 11 varian sausnya yang cukup unik, diantaranya yang menjadi favorit ialah iga bakar saus woku, saus tuturaga, dan yang paling unik ialah iga bakar saus leci, dengan rasa sedikit manis serta tambahan leci asli pada sausnya.

“Ini juga menjadi salah satu keunikan yang membuat kita optimis. Banyak orang memilih rasa aman saat mencoba makanan. Tapi walaupun kita menawarkan banyak varian rasa, ternyata ada pemerataan saus favorit. Percaya atau tidak di tiap outlet, saus favoritnya berbeda-beda. Makanya kita masih pertahankan 11 varian saus yang menjadi signature kita,” katanya.

Ramai undangan hari itu menandakan restoran yang satu ini cukup mendapat hati di masyarakat. Maria Fransiska salah satunya, wanita yang satu ini terlihat senang saat ditemui setelah menyantap sajian iga yang dipesannya.

“Beberapa kali saya mencoba iga di outlet-outlet Dapur Iga, rasanya selalu konsisten, pelayanannya juga cepat. Ini membuat saya percaya, di mana pun outlet Dapur Iga yang saya datangi, saya tak akan kecewa dengan rasanya,” ungkapnya.

Menurut Irdra, rasa menjadi hal yang sangat penting untuk dipertahankan. Kini dengan outletnya yang sudah tersedia di Bandung, Serpong, Palembang dan Cibubur, dia yakin bisnis ini akan terus tumbuh dan berkembang. “Dalam waktu dekat, siap-siap untuk yang tinggal di Jakarta Barat, kita ada rencana buka di Joglo,” tutupnya.

sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s