Malang Flower Carnival Diharapkan Jadi Agenda Tahunan

Image

Malang Flower Carnival yang berlangsung Minggu (27/4/2014) sore diharapkan terus menjadi agenda wisata tahunan Kota Malang, Jawa Timur. Hal itu diungkapkan Direktur Promosi Dalam Negeri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Tazbir.

“Kegiatan Malang Flower Carnival mudah-mudah bisa berkelanjutan dan menjadi event yang ditunggu-tunggu orang,” kata Tazbir di Kota Malang, Minggu malam.

Kemenparekraf melihat ada keseriusan dari Pemerintah Kota Malang untuk meningkatkan Malang Flower Carnival. Tahun ini, Malang Flower Carnival memasuki tahun kelima.

“Ini bisa dijual sebagai bagian dari paket wisata. Hotel bisa dilibatkan untuk ikut menjual,” kata Tazbir.

Menurut Tazbir, bisa saja dengan menyiapkan 50 sampai 100 kursi prioritas untuk wisatawan mancanegara yang menginap di hotel. Kemudian, biro perjalanan wisata yang membawa tamu-tamu asing ini bisa mengajak tamunya untuk menyaksikan Malang Flower Carnival.

“Katakan bahwa sudah disiapkan kursi, sehingga bisa menonton dengan nyaman, tidak berdesak-desakan,” kata Tazbir

Selain itu, tema bunga yang dipakai dalam karnaval milik Kota Malang, menurut Tazbir, sebagai upaya branding bunga menjadi daya tarik. Oleh karena itu, bisa diperbanyak kebun bunga, sehingga Kota Malang benar-benar identik dengan bunga.

Tazbir menambahkan perlu adanya evaluasi untuk menyelenggarakan Malang Flower Carnival lebih baik lagi tahun depan. Misalnya soal parkir, manajemen sampah, maupun manajemen penonton.

Pantauan Kompas Travel, Malang Flower Carnival berlangsung di tengah guyuran hujan. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat penonton maupun peserta. Sebagian penonton juga memasuki area-area taman, sehingga merusak tanaman.

Rute pawai busana karnaval dimulai dari Jalan Simpang Balapan berlanjut ke Jalan Ijen. Di tepi jalan diberi pembatas antara penonton dengan peserta pawai.

Salah seorang penonton, Nita, warga Kota Malang, menuturkan tahun lalu tidak diberi pembatas, sehingga terkesan tidak rapi. Penonton jadi ikut masuk ke jalan dan bebas berfoto dengan peserta karnaval.

Sayangnya, Sekretaris Daerah Kota Malang Shofwan, tidak bisa menyebutkan berapa anggaran yang dialokasikan untuk karnaval yang berlangsung tiap tahun tersebut. “Karena ini lintas dinas. Selain karnaval, ada acara lainnya. Gerak jalan dan kuliner. Semuanya dalam rangka perayaan Kota Malang yang ke-100,” katanya.

sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s