Madamme Ching, Kelezatan Kuliner Vietnam di Jakarta

Image

Pho yang satu ini cita rasanya hampir sama dengan yang ada di negara aslinya, Vietnam. Aroma kuah kaldu daging sapi begitu kuat. Kaldu ini adalah hasil rebusan tulang sapi yang dicampur beberapa rempah.

Sementara mi yang digunakan adalah mi tepung beras. Teksturnya sangat lembut dan tidak membuat perut menjadi begah. Mi ini sengaja diimpor dari Vietnam agar cita rasa Pho terjaga.

Pho atau dibaca “vhe” adalah makanan khas Vietnam. Mi kuah ini sangat mudah ditemukan di hampir setiap punjuru negara Vietnam. Sama dengan makanan khas Vietnam lainnya, racikan Pho banyak dipengaruhi oleh negara penjajahnya yaitu Perancis dan juga Portugal.

Dari beberapa literatur yang ada, Pho disebut-sebut berawal dari makanan para petani yaitu olahan beras Vietnam. Makanya salah satu khas Pho adalah mi yang terbuat dari tepung beras. Di dalam Pho terdapat berbagai sayuran segar.

“Makanya Pho ini adalah makanan sehat. Banyak sayur segar, campur rempah,” ujar Ching, pemilik Restauran Madamme Ching di kawasan jalan Surabaya, Jakarta.

Sayuran yang dicampur di mi kuah ini adalah toge, daun Yan Sui, daun mint, daun bawang dan irisan bawang bombai. Lalu ditambah irisan cabe rawit merah sesuai selera.

Irisan dagingnya ada 2 macam yaitu irisan daging sapi sirloin yang diimpor dari Australia atau Selandia Baru. Satu lagi adalah irisan daging sapi bagian betis atau biasa disebut daging sengkel.

Saat saya mencicipi Pho Madamme Ching, rasanya seperti berada di tengah-tengah suasana Indochina. Mengingatkan akan perjalanan saya sebelumnya ke Vietnam. Kehangatan Pho ini seperti menggambarkan kehangatan dan keramahan masyarakat Vietnam.

“Makanan sehat. Apalagi kalau dimakan pas lagi flu. Wah, dijamin langsung sembuh,” ujar Ching sambil berseloroh.

Satu lagi makanan segar dan sehat di restoran ini adalah Fresh Spring Roll. Semua bahannya berupa sayuran segar. Isinya adalah bihun, daun selada, daun mint, dan timun hijau. Ada dua pilihan, bisa dengan udang atau daging kepiting. Daging yang digunakan juga merupakan bahan segar. Semua bahan dibalut dengan kulit lumpia dari Vietnam.

Cara makannya adalah dengan mencelupnya di saos campuran kecap Ikan, cuka, dan sedikit bawang putih. Orang Vietnam biasa memakannya dengan tangan, bukan sendok atau garpu. Bahan-bahan segar berpadu dengan saus, membuat Fresh Spring Roll ini terasa lezat walau diolah tanpa bumbu.

“Makanya nggak heran ya perempuan Vietnam cantik-cantik dan langsing-langsing. Makanannya kan sehat begini,” ucap Ching sambil berkelakar.

Ada juga gorengan khas Vietnam yaitu Fried Spring Roll atau Spring Roll goreng. Menu ini berisikan ayam cincang, daging kepiting, dan jamur yang dicampur dengan sohun dan wortel. Campurannya dijadikan semacam ragout.

Rasanya tidak terlalu gurih karena tekstur kulitnya tak begitu garing. Jadi, walau digoreng tetapi Spring Roll ini tetap terasa segar. Apalagi dicelup ke sausnya yang sama dengan saus Fresh Spring Roll.

Pelanggan restoran Madamme Ching kebanyakan adalah kelas menengah atas. Ching yang selalu dandan apik dengan kebaya dan sarung khas Indonesia ini dengan ramah menyapa langsung setiap pelanggannya.

Ching mengungkapkan ia mengolah sendiri resep yang digunakan di restoran tersebut. Ia menemukan konsep restaurannya sendiri karena sering ke Vietnam. Resep–resepnya sudah disesuaikan dengan selera lidah orang Indonesia tanpa meninggalkan khas Vietnam.

Jika ingin mencicipi makanan khas Vietnam seperti di negaranya, bisa coba restoran Madamme Ching. Saat di dalamnya terasa tidak berada di Jakarta, melainkan seperti berada di Ho Chi Minh atau Hanoi.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s