Serunya Kulineran di “Pasar Gambir” Kampoeng Tempo Doeloe

Image

Pagelaran Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) sudah resmi dibuka sejak tanggal 9 Mei 2014 lalu. Ajang ini diselenggarakan di Sentra Kelapa Gading, Jakarta Utara dan menghadirkan tiga rangkaian utama acara besarnya, yaitu Fashion Extravaganza, Food Festival, dan Gading Nite Carnival.

Bagi Anda penggemar festival, tiga rangkaian acara utama ini sebaiknya tidak dilewatkan. Namun sembari menunggu kehadiran pagelaran busana para desainer di Fashion Extravaganza yang akan dimulai tanggal 16 Mei mendatang dan juga Gading Nite Carnival (15 Mei 2014), Anda bisa menikmati keseruan di Kampoeng Tempo Doloe (KTD).

KTD menghadirkan aneka kelezatan hidangan dari berbagai wilayah di Indonesia. Uniknya kali ini, KTD mengusung tema Pasar Gambir di masa lampau. Alunan musik keroncong di panggung, pramusaji pria dengan baju betawi, rangkaian bendera kecil warna-warni khas pasar malam, dan juga replika bianglala membuat suasana Pasar Gambir ala tahun 1900-an makin terasa.

Pasar Gambir dulunya  digelar setiap setahun sekali di Koningsplein atau Lapangan Gambir (sekarang Taman Monumen Nasional). Untuk pertama kalinya, Pasar Gambir diselenggarakan untuk memeringati penobatan Ratu Wilhelmina dari Belanda pada tanggal 31 Agustus 1898.

Selanjutnya, pasar malam ini rutin dilakukan untuk peringatan hari ulang tahunnya. Dulunya pasar ini diselenggarakan selama satu minggu di bulan Agustus atau September. Namun, pasar malam ini dihentikan ketika Jepang mulai menguasai Indonesia di tahun 1942.

Seperti layaknya pasar malam, Pasar Gambir KTD diramaikan dengan berbagai tontonan, pameran, dan pedagang kaki lima. Biasanya, masyarakat selalu memburu kerak telor sebagai makanan favorit mereka.

Untuk menghadirkan nostagia, Pasar Gambir KTD tak cuma menghadirkan kerak telor saja. Ada lebih dari 100 stand makanan dengan 200 variasi makanan daerah yang tak kalah nikmat. Di sini Anda bisa mencicipi aneka makanan, antara lain  Es Duren Iko Gantinyo, Es Goyang, Es Roti Bakar, Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih, Asinan dan Rujak Juhi Pak Tata,

Ada pula Bakmi Mercon Ha-El, Mie Djawa Tjap Gerobak si Mbah, Nasi Goreng Babat, Martabak Bangka, Helen Kuotie, Roti Rumpi, Cireng Cipaganti dan Sup Buah, Sate Jamur, Srabi Notosuman, Warung Telur, dan Pancake Durian Aroma Medan. Lalu cicipi juga Kopi Joss Mas Mul, Cabuk Rambak, Ayam Betutu Ibu Putu dan Cempedak Harum.

Uang baru KTD

Selain jenis makanannya yang lebih bervariasi, KTD di tahun ini juga menghadirkan hal yang baru. KTD tahun ini tak lagi menggunakan “oeang tempo doloe” sebagai alat transaksinya. Kini, alat transaksi yang digunakan adalah sebuah kartu, mirip kartu kredit.

Di tahun-tahun lalu, pengunjung harus menukarkan uang mereka di loket untuk mendapatkan “oeang tempoe doloe”. Tahun ini, pengunjung cukup menukarkan uang mereka dengan kartu KTD. Di dalam kartu ini sudah terisi uang elektronik sesuai dengan nominal uang yang Anda tukarkan di loket. Jangan khawatir, jika masih ada saldo yang tersisa, Anda bisa menukarkannya dengan uang tunai di loket penukaran.

Ketika ingin membeli makanan favorit, Anda hanya harus membayarnya terlebih dulu di kasir masing-masing stand dan menyerahkan kartunya. Sang kasir akan menggesek kartu seharga makanan yang dipilih. Setelah itu, Anda akan diberi dua buah struk pembelian berwarna merah dan putih. Struk merah inilah yang harus diserahkan kepada penjual makanan untuk ditukarkan dengan makanan pilihan Anda.

sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s