Menikmati Kenyamanan Sky Train di Keramaian Patpong

Image

SEPERTI Jakarta, Bangkok tumbuh menjadi kawasan metropolitan yang dijejali penduduk. Namun, Kota Jakarta terasa lebih kusut karena kemacetan lalu lintas. Sebaliknya, Kota Bangkok lebih nyaman dan ramai oleh kunjungan wisatawan. Bangkok sadar bahwa kenyamanan bagi penduduk dan wisatawan merupakan modal yang sangat penting.

Menyenangkan dan mudah berkeliling Kota Bangkok. Hotel tempat Kompas menginap berada di kawasan North Sathorn Road, di pusat kota. Strategis untuk menyambangi setiap penjuru. Kompas pun menjajal Sky Train, kereta listrik yang jadi andalan warga untuk bepergian.

Kota yang terkenal dengan situs-situs budayanya ini boleh bangga karena memiliki Sky Train, atau yang resminya bernama Bangkok Mass Transit System (BTS). Kereta listrik ini punya jalur rel di atas jalan. Karena jalurnya ”melayang”, Sky Train tidak terimbas macet.

Kesan pertama adalah mudah. Dari hotel misalnya, hanya perlu berjalan kaki 500-an meter menuju stasiun Sky Train terdekat, yakni Chong Nonsi. Tidak perlu cemas tersesat karena tersedia banyak pamflet yang mencantumkan semua rute Sky Train berikut tempat wisata di Bangkok.

Pamflet ini tersedia di setiap stasiun. Hotel-hotel juga menyediakan pamflet-pamflet serupa di dalam kamar sehingga bisa dipelajari dengan saksama.

Informasinya cukup lengkap. Misalnya, hendak menuju ke mana, ada arahan ke stasiun mana kita mesti turun. Pamflet tampaknya juga senantiasa diperbarui karena tercantum juga informasi pertunjukan seni.

Aman dan nyaman

Dua rute Sky Train yang ada bisa menjadi pilihan menarik. Jalur pertama dari Mo Chit ke Bearing, sedangkan jalur kedua dari National Stadium ke Bang Wa. Dengan Sky Train itu, sudah cukup untuk membawa kita ke beberapa tempat-tempat wisata atau ikon di Bangkok.

Jika ingin ke National Stadium, misalnya, dari Chong Nongsi, cukup melintasi satu stasiun. Lebih asyik karena Sky Train terkoneksi dengan Airport Rail Link, kereta yang menuju Bandara Suvarnabhumi.

Jadi kita tidak perlu repot memikirkan transportasi darat yang sudah pasti terjebak kemacetan pada jam-jam tertentu. Bangkok pun sudah mengalami itu.

Nah, untuk beberapa kawasan yang tidak dilintasi Sky Train, untunglah tersambung dengan MRT. Ada dua jenis tiket Sky Train yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan, yakni Single Journey dan One Day Pass.

Jika tujuannya hanya di satu tempat, Single Journey adalah pilihan tepat karena tarif sesuai jarak tempuh. Namun, jika ingin mengunjungi beberapa tempat sekaligus dalam satu hari, tiket One Day Pass lebih menguntungkan.

Kompas mencoba Single Journey, mengingat keterbatasan waktu, untuk meluncur ke pasar malam Patpong. Teknis naik kereta tidak rumit. Tinggal menuju mesin tiket, mencari lokasi stasiun terdekat dengan Patpong. Langsung ketahuan bahwa kita mesti turun di Sala Daeng.

Pada mesin sudah tertera tarif yang dihitung berdasarkan jarak tempuh. Nah, untuk menuju Sala Daeng, tarifnya cukup 15 baht (sekitar Rp 4.500). Jika Anda lupa atau tidak punya uang koin, jangan khawatir, Anda bisa menukar uang kertas di stasiun.

Berada di dalam kereta, langsung terasa nyamannya. Deretan bangku plastik yang bersih, kaca yang mengilap, tak ada sampah, dan sejuk oleh embusan AC.

Beberapa kamera pengawas (CCTV) yang menempel di langit-langit kereta lumayan memberikan rasa aman. Beberapa penumpang terlihat memejamkan mata.

Begitu sampai stasiun tujuan, Sala Daeng, kita langsung disapa keramaian pasar malam Patpong. Deretan gerobak kaki lima di sela-sela pertokoan dan trotoar tumpah ruah di sana. Gerobak kaki lima itu menyisakan celah sempit untuk area jalan, tetapi belum sesemrawut Jakarta.

Bangkok punya sejumlah tempat wisata yang bisa masuk daftar untuk dikunjungi, seperti menyusuri Sungai Chao Praya. Tinggal mempelajari rute Sky Train, di mana harus turun.

Jika hanya ingin berbelanja, sekaligus ke mal, bisa menuju mal MBK. Semua ada di sini. Sekadar ingin jalan-jalan keliling kota menggunakan sepeda sewaan juga cukup mengasyikkan, dengan catatan apabila masih ada waktu luang.

Untuk ”melegalkan” keberadaan kita sebagai pelancong, tak ada salahnya naik tuk-tuk, kendaraan pariwisata khas Bangkok yang mirip bajaj di Jakarta.

Meskipun kota Bangkok sempat lumpuh akibat aksi demonstrasi beberapa waktu lalu, kota yang terkenal dengan Grand Palace-nya ini tetap menarik. Bangkok tetaplah menawan dan asyik untuk ditelusuri.

sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s