Melihat Satwa dan Kisah Pangeran Jaya Pangus di Bali Safari

RABU (21/5/2014), umat Hindu di Bali merayakan Galungan untuk memperingati kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (keburukan). Setelah sehari melakukan berbagai kegiatan upacara, keesokan harinya (Kamis, 22/5/2014) disebut dengan Umanis Galungan. Masyarakat di Pulau Dewata mengisinya dengan mendatangi obyek wisata atau bersilaturahmi ke sanak keluarga.

Salah satu tempat wisata yang ramai dikunjungi saat perayaan Umanis Galungan adalah Bali Safari dan Marine Park di Kabupaten Gianyar. Di obyek wisata ini pengunjung mulai memadati tempat ini sejak pagi hingga sore. Bahkan, tempat parkir yang biasanya tidak sepadat hari biasa, dipenuhi kendaraan roda empat yang berjejer sampai menyentuh bahu jalan di By Pass Ida Bagus Mantra.

Rupanya, para pengunjung di hari Umanis Galungan didominasi dari wisatawan lokal yang datang dari berbagi penjuru di Bali. Kunjungan wisatawan asing nampak jauh lebih sedikit dibanding wisatawan lokal yang datang bersama rombongan atau dengan keluarga. Mereka antusias menyaksikan ratusan satwa dari berbagai negara yang hidup di alam terbuka.

Kali ini siapkan mata kamera Anda untuk menyaksikan hadirnya satwa di atas lahan seluas 40 hektar. Kebetulan, antusias kunjungan kali ini imbas dari adanya promo dalam menyambut hari raya Galungan dan Kuningan yang diberikan oleh pihak manajemen kepada pengunjung, khususnya masyarakat Bali.

“Promo ini sebagai wujud kami dalam ikut serta merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan serta memberi edukasi kepada masyarakat lokal mengenai satwa dan lingkungan,” kata Dyah Kusuma Dewi selaku Marketing Communication, Bali Safari dan Marine Park, Gianyar.

Menurut Dyah, cukup membayar Rp 100.000, pengunjung bisa mendapatkan Safari Journey, Animal Elephant Show, dan Bali Agung Show. Harga berlaku bagi pengunjung dewasa dan anak–anak dengan masa berlaku mulai 20-25 Mei dan 31 Mei sampai 1 Juni 2014.

Bali Safari dan Marine Park adalah Taman Safari yang ketiga setelah yang pertama di Bogor, Jawa Barat dan kedua di Prigen, Jawa Timur.

Setiap hari, destinasi wisata ini mempunyai jadwal yang sudah ditentukan masing-masing. Jika berkunjung pada pagi hari, pastikan Anda datang sejak pukul 9 pagi.

Pasalnya, kalau pengunjung datang sejak awal akan bisa menyiapkan diri untuk menyaksikan Animal Show tepat pukul 11 siang di Panggung Hanoman. Menyaksikan atraksi satwa yang sudah terlatih ini sayang bila dilewatkan.

Jika sudah berada di kawasan ini, selebihnya tinggal mengikuti jadwal yang ada berikutnya. Semua bisa diketahui lewat petugas Bali Safari yang mengenakan seragam cokelat.

Tak kalah seru, di sebuah panggung terbuka, ada pertunjukan Elephant Show dengan mengambil sebuah kisah konflik masyarakat dengan habitat gajah. Akting masing–masing pemain yang berkolaborasi dengan gajah sumatera memukau pengunjung, terutama anak–anak.

Adanya promo ini merupakan kesempatan menarik dan sekaligus menambah wawasan dan mendapatkan pengalaman baru dalam jelajah safari bagi pengunjung lokal.

Dengan berkeliling selama 25 menit, pengunjung secara langsung dibuat terkagum-kagum dengan ratusan hewan buas dan hewan jinak dari atas mobil dengan melewati air dan jembatan. Sepanjang perjalanan,  di kanan–kiri bisa dijumpai aneka satwa dari negara Indonesia, India, dan Afrika. Seorang petugas perempuan akan memberi informasi kepada pengunjung dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.

Setelah puas menyaksikan ratusan satwa, pengunjung kembali ke tempat semula yakni di Terminal Toraja. Tanpa terasa, waktu pun sudah beranjak siang. Sebuah pergelaran diadakan di dalam panggung modern Bali Agung. Hadirnya pementasan teater kontemporer, dengan para pemainnya  mulai anak–anak hingga orang dewasa memanjakan pengunjung.

Di sini dipentaskan sebuah drama musikal kisah Pangeran Jaya Pangus yang terlibat cinta segi tiga dengan seorang putri bernama Kang Ching Wie dan Dewi Danu. Selama pertunjukan, berbagai jenis alat rekam atau kamera foto tidak diperkenankan berada di dalam gedung teater yang memiliki kapasitas sekitar 1.500 orang. Penonton dapat menyaksikan pertunjukan ini mulai dari pukul 14.30 sampai pukul 15.30. Pertunjukan digelar hanya empat kali dalam seminggu.

sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s