Tune Hotels Integrasikan Layanan dengan AirAsia

Jaringan Tune Hotels di Indonesia akan mengintegrasikan layanan dengan maskapai penerbangan berbiaya rendah (LCC) AirAsia. Rencana tersebut, kata Presiden Direktur PT Pusako Tarinka Tbk Suwito, merupakan bagian dari berbagai rencana pengembangan bisnis jaringan hotel ekonomis atau lebih dikenal dengan nama hotel budget tersebut di Indonesia.

Tune Hotels berada di bawah PT Red Planet Hotels Indonesia. Pada Selasa (20/5/2014), PT Pusako Tarinka Tbk mengumumkan mengakuisisi induk dari Tune Hotels tersebut. Kelak, pascaresminya akuisisi, emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) berkode PSKT akan berganti nama menjadi PT Red Planet Indonesia.

Jaringan Tune Hotels diluncurkan oleh Tony Fernandes, pendiri Tune Air Sdn.Bhd. Pengusaha keturunan Inggris-Malaysia itu adalah pemilik maskapai penerbangan berbiaya rendah (LCC) AirAsia.

Pada Februari 2013, majalah Forbes Asia mewartakan nilai bersih kekayaan Fernandes di angka 625 juta dollar AS. Raihan ini menempatkan pria kelahiran Kuala Lumpur 30 April 1964 ini sebagai orang terkaya ke-21 di Malaysia.

Saat ini, Tune Hotels, jelas Suwito, mengoperasikan tujuh hotel budget yakni di Pasar Baru (Jakarta Pusat), Pekanbaru, Solo, Kota Bekasi, Palembang, Makassar, dan Surabaya. Sementara, ada satu hotel yang masih dalam pembangunan yakni di Tangerang (Provinsi Banten). “Memang kami akan menggandeng maskapai penerbangan AirAsia,” kata Suwito.

Ia memaparkan, saat ini pihaknya melakukan ekspansi ke dua kota yakni Bandung dan Yogyakarta. Pada kedua kota itu, AirAsia memunyai destinasi penerbangan. Di Bandung, AirAsia menerbangi rute Kuala Lumpur pergi pulang. Sementara, di Yogyakarta, ada destinasi pergi pulang ke Jakarta.

Konsep integrasi ini, aku Suwito, untuk menunjukkan bahwa kedua basis bisnis ini bisa bekerja sama meraih banyak konsumen di Indonesia. Menurutnya, integrasi keduanya sudah lebih dahulu berjalan di Malaysia dan Singapura melalui, misalnya, layanan tiket dan pemesanan kamar hotel.

Suwito juga mengatakan bahwa letak hotel dan bandara terkait dengan integrasi tersebut juga merupakan faktor penting. Di Surabaya, lanjut Suwito, pihaknya sudah menerapkan strategi tersebut.

Di samping itu, lantaran tak menyiapkan layanan makanan dan minuman, imbuh Suwito, letak hotel juga mesti dekat dengan lokasi-lokasi pusat makanan atau kuliner. “Ini yang menjadi pertimbangan kami untuk pengembangan bisnis kami,” demikian Suwito. 

sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s