Sembalun, “Surga” Olahraga Udara

Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Lombok berada tepat di kaki Gunung Rinjani. Posisinya yang strategis membuat sebagian besar lahan di Sembalun digunakan untuk pertanian.

Perbandingan lahan pertanian dengan pemukiman masyarakat bisa mencapai tiga banding satu. Tak hanya itu, Sembalun juga memiliki banyak sekali perbukitan. Ada Bukit Pergasingan, Bukit Kanji, dan Bukit Nanggi.

Belum lagi bukit-bukit kecil yang ketinggiannya hanya 1500-an meter di atas permukaan laut (mdpl). Bukit-bukit ini bagi masyarakat Sembalun dan pengunjung ternyata tak hanya menarik untuk didaki, tetapi juga bisa jadi tempat lepas landas paralayang.

Bukit Pergasingan sendiri misalnya, bahkan mulai dikenal umum sejak “ditemukan” oleh atlet paralayang.

“Kalau kami biasanya terjun dari Pergasingan dan Dandaun,” ujar Atlet Paralayang Sembalun Henry Wahyu Susanto, Selasa (10/11/2015).

Henry adalah salah satu warga Sembalun yang merintis olahraga berparasut ini di Kecamatan Sembalun. Ia sendiri sering mendapat sumbangan alat dari atlet-atlet paralayang luar negeri yang ingin menikmati pemandangan indah Kaki Gunung Rinjani.

Henry dan teman-teman harus mendaki Bukit Pergasingan selama tiga jam untuk mencapai lokasi lepas landas. Waktu paling nyaman untuk terbang biasanya pagi sekali, kira-kira pukul 5-8 pagi atau petang.

Di atas, sambil terbang mata akan disuguhkan dengan indahnya perbukitan di tengah hijaunya sawah-sawah sejauh mata memandang. Terbang saat pagi dan nikmati pemandangan matahari terbit dari balik Bukit Nanggi sambil terbang ke arahnya.

Menurut Pemain Paramotor Profesional, Didit Majalolo, sulitnya medan yang harus ditempuh untun mencapai lokasi lepas landas di Sembalun memang membuat tempat ini tak memenuhi standar kompetisi.

Meski demikian, menurut Didit, tempat ini sangat cocok untuk paralayang bebas. Sebuah “surga” untuk mereka yang senang terbang sambil menikmati indahnya pemandangan.

“Buat mereka yang suka paralayang atau paramotor di luar kompetisi, tempat ini surga,” ujarnya.

Beda lagi ceritanya dengan paramotor. Paramotor sama seperti paralayang, terbang dengan parasut, hanya bedanya paramotor menggunakan mesin tambahan. Hal ini memungkinkan paramotor untuk lepas landas dari darat.

Didit sendiri tak pernah repot-repot mendaki Pergasingan untuk menikmati indahnya warna-warni sawah di Sembalun. Ia cukup mencari petak sawah datar bekas panen, mengembangkan parasut dan lepas landas.

Didit bahkan pernah “touch and go” atau mendarat sesaat sebelum kembali terbang di puncak Pergasingan. Meski demikian, terbang di Kecamatan Sembalun tergolong sulit. Posisinya yang dikelilingi bukit dan gunung membuat kondisi angin tak tentu.

Beberapa kali Didit hampir terjebak turbulance, semacam pusaran angin yang membuat parasut sulit dikendalikan.

“Makanya selalu pastikan perangkat keamanan terpasang,” terangnya.

Anda ingin mengunjungi sembalun? sewa mobil di lombok? hubungi mahardika travel di 087864867189

sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s